Enter your keyword

Meraih Cita-Cita Dengan Kerjasama Double Degree ITB-Kyushu University

Meraih Cita-Cita Dengan Kerjasama Double Degree ITB-Kyushu University

BANDUNG, Rekayasa Tambang – Melanjutkan pendidikan magister merupakan salah satu impian Mohammad Rafli Irham, atau yang akrab disapa Rafli. Sejak kecil, ia selalu dipenuhi rasa ingin tahu akan banyak hal, sehingga ia selalu menyukai belajar. Meski tidak selalu mudah dan seringkali ditemani keluhan, ia tetap menyukai proses tersebut. Kehausan akan rasa ingin tahunya di kemudian hari, berbuah pada keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Ketika ia memasuki tingkat 3 perkuliahan sarjana, ia sudah memiliki rencana untuk mengajukan program percepatan sarjana-magister yang ditawarkan oleh ITB kepada mahasiswanya di berbagai jurusan. Sebuah kesempatan baik yang tidak mungkin Rafli lewatkan. Beruntungnya, ia berhasil mendapatkan kesempatan tersebut serta mendapat beasiswa biaya perkuliahan bagi mahasiswa program PPSM tersebut. Kemudian ia memulai studi magisternya sembari menyelesaikan tugas akhir di jenjang sarjana.

Rafli, yang berkuliah di jurusan Teknik Pertambangan dengan fokus di Eksplorasi Tambang pada tingkat sarjana tersebut melanjutkan fokus studinya yang sama pada jenjang magister. Penelitian yang tengah dilakukannya membahas mengenai eksplorasi mineral REE dan radioaktif serta berbagai materi terkait. Namun ia tidak pernah membatasi dirinya untuk mengetahui lebih jauh dari berbagai sudut pandang keilmuan yang akan menunjang studinya. Secara akademik, Rafli juga aktif mengikuti lomba karya tulis ilmiah, baik di luar maupun di dalam negeri.

Ketika hendak menyelesaikan tesis untuk mendapatkan gelar magisternya, Rafli kemudian mencoba untuk menantang dirinya untuk mendaftarkan dirinya dalam program double degree magister yang merupakan sebuah kerjasama antara Institut Teknologi Bandung dengan Kyushu University di Jepang. Rafli langsung mempersiapkan syarat yang diminta untuk dapat mengajukan diri. Beruntungnya, ia mendapatkan kesempatan tersebut sehingga saat ini ia tengah menjalankan studinya di negeri sakura tersebut. Ia akan melaksanakan perkuliahan selama setahun di jurusan Earth Resource Engineering, dimana ia meneliti mengenai mineral REE dan radioaktif menggunakan metode geofisika dan pengindraan jauh.

Perkuliahannya dimulai sejak awal bulan Oktober 2025, di mana ia mengambil berbagai kelas terkait. Meski berlatar belakang dari keilmuan teknik pertambangan, pada perkuliahannya saat ini, ia mengambil mata kuliah mengenai geothermal, petroleum, hingga renewable energy yang sebelumnya belum pernah ia pelajari di ITB. Kyushu University juga memiliki kelas Internasional yang memungkinkan pembelajaran menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Meski demikian, kelas-kelas dalam perkuliahannya tidak hanya diduduki oleh mahasiswa Internasional, tetapi juga dari mahasiswa berkebangsaan Jepang itu sendiri. Selain menjadi sebuah sarana untuk mempelajari ilmu-ilmu baru, ia juga menganggap kesempatan ini untuk menjalin hubungan dengan antar individu di bidang yang sama dari berbagai belahan dunia. Menurutnya, kesempatan ini akan memperluas sudut pandangnya terhadap ilmu pertambangan yang ia miliki saat ini, serta sudut pandang pribadinya sebagai seorang makhluk sosial.

X